id ID ar AR en EN

Tanggal Penting

No events found.

Visitors

020043
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
17
10
27
20016
27
87
20043

Your IP: 172.70.35.24
2021-10-28 14:38

Latar Belakang

Gaya hidup Halal, termasuk didalamnya Wisata Halal telah menjadi tren yang terus berkembang di sejumlah Negara. Bahkan, Negara yang mayoritas penduduknya bukan bukan pemeluk Islam pun, terus menggarap Pasar Halal secara intensif. Misalnya Jepang, Korea Selatan, Thailand, hingga Vietnam. Kecenderungan yang kurang lebih sama, juga terjadi di Negara-Negara Eropa. Keseriusan beberapa Negara menggarap Pasar Halal membuktikn bahwa Industri Halal menyimpan potensi pasar yang sangat besar. Berdasarkan Laporan Global Islamic Economy Report 2016/2017, pengeluaran konsumen Muslim Dunia dalam Industri Halal pada tahun 2017 sebesar US$1.303 miliar dan meningkat mencapai US$1.863 miliar pada tahun 2013. Secara spesifik, Global Islamic Economy juga melaporkan bahwa Indonesia sebagai Negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di Dunia, pada tahun 2017 menghabiskan dana US$170 miliar.

Khusus di sektor Wisata Halal, data Crescent Rating 2019 yang dikutip oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama sebagai Destinasi Wisata Halal terbaik di Dunia bersama Malaysia. Selain Indonesia dan Malaysia, Negara lain yang memperoleh rangking 10 besar adalah Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, dan Brunei Darussalam.

Potensi Wisata Halal dan Lifestyle yang sangat besar di Indonesia, harus ditangani dan dioptimalkan pengelolaannya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik Pemerintah, Lembaga Keuangan, Organisasi Massa, Kalangan Pelaku Usaha dan pihak terkait lainnya.

Pemerintah melalui Kementrian Pariwisata dan Bank Indonesia telah melakukan sejumlah langkah. Demikian juga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melalui LPPOM MUI telah melakukan edukasi, sosisalisasi, dan sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI telah menyusun Panduan Pelaksanaan Wisata Halal di Indonesia.

Fatwa DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah perlu ditindaklanjuti dengan peraturan dan ketentuan agar memiliki Legalitas Formal yang lebih kuat.

Kementrian Luar Negeri RI

Kementrian Pariwisata RI

Bank Indonesia

Majelis Ulama Indonesia

Propinsi Nusa Tenggara Barat

Universitas Muhammadiyah Mataram